Pengertian Pacaran

Pengertian Pacaran Kata Pacaran mungkin kita sering sekali mendengar kata itu, iya. Pacaran merupakan suatu hal yang sering sekali mungkin kita lakukan atau bahkan sering kita lihat dikebanyakan orang. Tak seorangpun yang tidak pernah merasakan yang namanya pacaran. Siapa saja tentunya pernah mengalami yang namanya Pacaran. Pengertian Pacaran secara umum merupakan suatu proses perkenalan antara dua insan manusia yang saling mencintai yang pada dasarnya bertujuan untuk mencari kecocokan menuju kehidupan berumah tangga yang bahagia. Namun, pada kenyataannya penerapan proses tersebut tidak sesuai dengan tujuan yang sebenarnya.

Macam-macam Pengertian Pacaran Menurut Para Ahli

Pacaran adalah ketika seorang laki-laki dan perempuan pergi keluar bersama untuk melakukan aktifitas sesuai dengan keinginan mereka, selain itu juga sebagai bentuk cinta antara dua insan yang saling kenal ataupun yang belum kenal. Inilah beberapa macam pengertian pacaran menurut para Ahli diantaranya yaitu :

  1. Menurut Al-Gifari  – Pacaran secara bahasa berarti saling mengasihi dan menyayangi dengan seorang yang dicintai dengan cara bertatap muka. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.
  2. Menurut Guerney dan Arthu ( Dacey & Kenney ) – Pacaran merupakan aktifitas sosial yang membolehkan dua insan untuk saling terikat dalam berinteraksi sosial dengan pasangannya yang tidak ada hubungan keluarga.
  3. Menurut Ericson – Pacaran merupakan suatu bentuk keromantisan antara pasangan anak muda yang saling mencintai dan mengasihi. Selain itu pacaran juga merupakan suatu pembuka dalam hal menuju sutau rumah tangga yang bahagia dengan membentuk kebersamaan antara pasangan anak muda.
  4. Menurut Mc. Cabe & Cummins – Remaja melakukan aktifitas seksual dengan berbagai alasan. Pacaran merupakan suatu hal biasa bagi para remaja, dan hal tersebut menjadi alasan untuk mereka dalam melakukan hubungan intim.

Manusia yang belum cukup umur tentunya mereka belum siap untuk menikah, tetapi mereka tetap melakukan hal tersebut yang semestinya tidak harus mereka lakukan.